Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Lomba Penyambutan Hari Raya Saraswati di SMP Negeri 6 Mengwi Berlangsung Meriah dan Sarat Nilai Budaya
Dalam rangka menyambut Hari Raya Saraswati, SMP Negeri 6 Mengwi menyelenggarakan berbagai lomba kreatif dan edukatif yang melibatkan seluruh siswa dan siswi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 2 April 2026, dan berlangsung dengan penuh semangat, keceriaan, serta nuansa kebersamaan yang kental di lingkungan sekolah.
Beragam perlombaan yang diselenggarakan antara lain lomba ngelawar dan nyate, serta lomba membuat gebogan, yang merupakan bagian penting dari tradisi dan budaya masyarakat Bali. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa dalam memahami dan mengapresiasi warisan budaya lokal.
Lomba ngelawar dan nyate diikuti oleh enam kelompok peserta, di mana setiap kelompok merupakan gabungan siswa lintas jenjang, yaitu kelas VII, VIII, dan IX. Pola pengelompokan ini dirancang untuk mendorong kolaborasi, komunikasi, serta mempererat hubungan antar siswa dari berbagai tingkat. Setiap kelompok menunjukkan kreativitas dan kekompakan dalam mengolah bahan serta menyajikan hasil masakan sesuai dengan kaidah tradisional.
Sementara itu, lomba membuat gebogan diwakili oleh tiga orang siswa dari masing-masing kelas. Dalam lomba ini, peserta dituntut untuk menampilkan kreativitas, estetika, serta ketelitian dalam menyusun gebogan yang indah dan bermakna. Penilaian tidak hanya didasarkan pada keindahan visual, tetapi juga pada kesesuaian dengan nilai-nilai budaya dan simbolisme dalam tradisi Bali.
Kepala sekolah dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pelestarian budaya lokal. Ia menekankan bahwa momentum Hari Raya Saraswati sangat relevan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, khususnya dalam menghormati ilmu pengetahuan sebagai sumber pencerahan hidup.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Para siswa tampak aktif berpartisipasi, menunjukkan semangat kompetitif yang sehat, serta menjunjung tinggi nilai sportivitas. Dukungan dari para guru dan panitia juga turut memastikan kegiatan berjalan sesuai rencana.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa, khususnya dalam memahami filosofi Tri Hita Karana yang menekankan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya memahami makna Hari Raya Saraswati secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Bali serta memperkuat identitas generasi muda sebagai penerus tradisi. (004/KIM/KKR)


