Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Ribuan Krama Desa Kekeran Padati Pantai Munggu dalam Prosesi Melasti Menjelang Nyepi
KEKERAN – Ribuan krama Desa Adat Kekeran melaksanakan prosesi upacara Melasti atau Mekiis ke pesisir Pantai Munggu, Badung, pada pagi hari ini. Upacara suci ini dilaksanakan sebagai rangkaian utama menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka yang akan datang.
Sejak subuh, iring-iringan pelenawa (sarana upacara), pratima, dan pusaka suci desa telah diberangkatkan dari Pura Puseh Desa Adat Kekeran. Dengan berjalan kaki menempuh jarak yang cukup jauh, warga tampak antusias dan khusyuk mengikuti prosesi sembari melantunkan kidung suci dan diringi tabuh Gamelan Baleganjur.
Bendesa Adat Kekeran menyampaikan bahwa tujuan utama dari upacara Melasti ini adalah Nganyudang Peretining Bhuana, yang berarti menghanyutkan segala kekotoran diri (atman) dan alam semesta (panca mahabhuta) ke segara (laut). Dalam arti lain upacara melasti ini memiliki tujuan mulia untuk menyucikan diri dan alam.
"Laut dipercaya sebagai sumber air suci (Amerta) yang mampu melebur segala mala atau kotoran. Kami memohon kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar alam semesta beserta isinya diberikan pembersihan dan kedamaian sebelum melaksanakan tapa brata penyepian," ujar sang Bendesa Adat Kekeran di sela-sela upacara.
Setibanya di Pantai Munggu, seluruh pratima dan pusaka suci Desa Kekeran dilinggihkan di atas pasir dengan beralaskan kain warna putih kuning yang telah disiapkan. Prosesi dilanjutkan dengan:
- Pemujaan oleh Jero Mangku: Memohon tirta pembersihan dari tengah laut.
- Persembahyangan Bersama: Ribuan warga duduk rapi di atas pasir pantai untuk memohon keselamatan jagat.
- Labuh Gentuh: Persembahan sesajen ke laut sebagai bentuk syukur dan harmonisasi dengan kekuatan alam.
Mengingat banyaknya massa yang terlibat, pihak kepolisian bersama Linmas dan Pecalang Desa Adat Kekeran melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalur Kekeran menuju Munggu. Meski sempat terjadi kepadatan, arus lalu lintas tetap terkendali berkat kesigapan petugas di lapangan.
Setelah prosesi di pantai selesai, iring-iringan kembali menuju Desa Kekeran untuk selanjutnya malinggih di Bale Agung Pura Desa Kekeran Kelod untuk melanjutkan prosesi selanjutnya sebagai wujud persembahan setibanya dari pantai. Upacara berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh nuansa spiritualitas yang kental. (011/KIM/KKR)


