Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Perayaan Hari Ibu di Desa Kekeran Dimeriahkan Lomba Aci Pejati dan Cane Berbasis Bahan Lokal
Kekeran — Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Pemerintah Desa Kekeran bersama TP PKK Desa Kekeran menyelenggarakan berbagai kegiatan bernuansa budaya dan kearifan lokal pada Minggu, 21 Desember 2025. Kegiatan dipusatkan di Wantilan Desa Adat Kekeran Pengempon Kaler dan berlangsung dengan penuh semangat serta kebersamaan.
Salah satu rangkaian utama perayaan Hari Ibu tahun ini adalah Lomba Membuat Aci Pejati dan Lomba Cane, yang wajib diikuti oleh ibu-ibu PKK berusia maksimal 30 tahun sebagai perwakilan dari masing-masing banjar di Desa Kekeran. Lomba ini bertujuan untuk melestarikan tradisi upakara Bali sekaligus meningkatkan kreativitas serta kerja sama antaranggota PKK.
Seluruh peserta diwajibkan menyiapkan sendiri alat dan bahan lomba. Cane yang dibuat harus menggunakan bunga lokal, sedangkan aci pejati disusun dari bahan-bahan segar dan buah lokal. Panitia dengan tegas melarang peserta membawa bahan jadi maupun contoh dari rumah.
Sebelum lomba dimulai, dewan juri terlebih dahulu melakukan briefing kepada seluruh peserta. Juri juga mengecek satu per satu alat dan bahan yang dibawa oleh peserta guna menghindari kecurangan. Setelah dinyatakan siap dan sesuai ketentuan, lomba resmi dimulai pada pukul 17.10 WITA.
Selama lomba berlangsung, para ibu PKK tampak sangat antusias dan penuh semangat menampilkan hasil karya terbaiknya. Waktu yang diberikan selama dua jam dimanfaatkan dengan maksimal oleh masing-masing tim. Menjelang waktu berakhir, peserta segera mengumpulkan hasil karya mereka di atas panggung untuk dinilai oleh dewan juri.
Proses penilaian dilakukan secara detail dan teliti, meliputi kelengkapan isian aci pejati, kerapian, keindahan, serta kelengkapan dan kreativitas cane yang dibuat. Setelah penilaian selesai, dewan juri berdiskusi untuk menentukan para juara.
Sebelum pengumuman juara, juri terlebih dahulu memberikan evaluasi dan berbagi ilmu kepada seluruh peserta. Juri menjelaskan makna filosofis dari setiap isian aci pejati dan cane, serta membagikan tips dan trik dalam mengatur waktu dan kerja tim agar hasil yang dibuat dapat maksimal.
Adapun hasil lomba ditetapkan sebagai berikut:
Lomba Cane
Juara I: PKK Banjar Dangin Pangkung
Juara II: PKK Banjar Sangiang
Juara III: PKK Banjar Gelagah Puwun
Harapan I: PKK Banjar Penyarikan
Lomba Aci Pejati
Juara I: PKK Banjar Dangin Pangkung
Juara II: PKK Banjar Delod Sema
Juara III: PKK Banjar Gelagah Puwun
Harapan I: PKK Banjar Sangiang
Keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat, serta diterima oleh seluruh peserta dengan penuh sportivitas dan rasa kebersamaan.
Usai lomba, kegiatan dilanjutkan dengan acara seremonial perayaan Hari Ibu. Acara dibuka dengan penampilan Tari Sekar Jepun, dilanjutkan sambutan Ketua TP PKK Desa Kekeran, serta sambutan Perbekel Desa Kekeran, I Nyoman Suarda.
Ketua TP PKK Desa Kekeran sekaligus Ketua Panitia Perayaan Hari Ibu, Ni Ketut Wangiasih, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas semangat dan sportivitas seluruh peserta. “Melalui lomba ini, kami ingin menumbuhkan kembali kecintaan ibu-ibu PKK terhadap tradisi dan budaya Bali, sekaligus mempererat kebersamaan antarbanjar. Terima kasih atas partisipasi dan semangat luar biasa dari seluruh peserta,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Perbekel Kekeran menyampaikan penghargaan kepada seluruh ibu PKK. “Ibu-ibu memiliki peran yang sangat penting dalam keluarga dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperingati Hari Ibu, tetapi juga melestarikan budaya serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan desa,” ungkapnya.
Rangkaian acara kemudian dimeriahkan dengan tari hiburan joged, dilanjutkan dengan pembagian hadiah kepada para juara berupa trofi, piagam, paket sembako, dan dana motivasi. Sementara itu, peserta yang belum meraih juara juga tetap mendapatkan paket sembako dan dana motivasi sebagai bentuk apresiasi.
Acara perayaan Hari Ibu di Desa Kekeran ditutup dengan foto bersama panitia dan peserta, menandai berakhirnya kegiatan yang berlangsung meriah, penuh makna, serta sarat dengan nilai kebersamaan dan pelestarian budaya. (004/KIM/KKR)


