Desa Kekeran
Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung
Dinas BPBD Kabupaten Badung Gelar Pelatihan Intensif Empat Hari, Libatkan Linmas, BPD, Perangkat Desa dan Staf Desa Kekeran
Kekeran, 7–10 Oktober 2025 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung sukses menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana di Kantor Desa Kekeran selama empat hari berturut-turut. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Desa Kekeran sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana).
Pelatihan diikuti oleh unsur Perlindungan Masyarakat (Linmas), Badan Permusyawaratan Desa (BPD), LPM, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Puskesmas Pembantu, Karang Taruna, PKK, serta Perangkat dan Staf Desa Kekeran.
Hari Pertama – Senin, 7 Oktober 2025
Pelatihan dibuka secara resmi oleh panitia dan diisi dengan materi dari BMKG Wilayah III Denpasar tentang pengaruh perubahan iklim dan cuaca ekstrem. Peserta kemudian mendapatkan pembekalan dari BPBD Provinsi Bali mengenai Manajemen Penanggulangan Bencana.
Selanjutnya, Bapak Petrus Putu Suryawan Nadi dari Yayasan IDEP Selaras Alam memaparkan Peran Forum Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Desa serta memberikan pelatihan teknis tentang pengantar Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (Destana).
Hari Kedua – Selasa, 8 Oktober 2025
Kegiatan dimulai dengan kajian Risiko Partisipatif Desa/Kelurahan yang difasilitasi oleh Yayasan IDEP Selaras Alam. Peserta diajak menganalisis potensi bahaya dan kerentanan wilayah secara partisipatif.
Kemudian, Yayasan IDEP Selaras Alam mendampingi peserta dalam menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Desa serta Rencana Kontinjensi (Renkon). Proses ini melatih peserta dalam mengidentifikasi sumber daya lokal, jalur evakuasi, serta strategi koordinasi lintas sektor di tingkat desa.
Hari Ketiga – Rabu, 9 Oktober 2025
Hari ketiga berfokus pada penguatan struktur organisasi penanggulangan bencana di desa. Materi tentang Tugas Pokok dan Struktur Komando FKD (Forum Kesiapsiagaan Desa) disampaikan dari Yayasan IDEP Selaras Alam, diikuti sesi tentang Administrasi dan Logistik Kebencanaan yang dipandu Petrus Putu Suryawan Nadi.
Selanjutnya, peserta melakukan Diskusi Skenario dan Briefing Pelaku untuk mempersiapkan simulasi lapangan keesokan harinya.
Hari Keempat – Kamis, 10 Oktober 2025
Pelatihan ditutup dengan simulasi bencana secara menyeluruh. Peserta mempraktikkan langkah-langkah tanggap darurat mulai dari aktivasi sistem peringatan dini, koordinasi komando lapangan, hingga evakuasi warga ke titik aman.
Simulasi ini juga melibatkan unsur Puskesmas Pembantu dalam penanganan korban luka dan pemeriksaan medis dasar. Setelah sesi evaluasi, pelatihan resmi ditutup oleh BPBD Kabupaten Badung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Badung menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di tingkat akar rumput. “Linmas, BPD, dan aparat desa adalah garda terdepan dalam penanganan bencana. Mereka harus dibekali pengetahuan dan keterampilan, bukan hanya untuk tanggap darurat, tapi juga pencegahan dan mitigasi,” ujarnya.
Sementara itu, Perbekel Kekeran, I Nyoman Suarda, menyambut positif kegiatan ini. “Pelatihan ini adalah investasi jangka panjang. Dengan sinergi seluruh elemen desa, kami yakin Desa Kekeran siap menjadi Desa Tangguh Bencana yang sesungguhnya,” tegasnya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Desa Kekeran kini memiliki tim siaga bencana terpadu yang siap menghadapi berbagai potensi ancaman, baik banjir, angin kencang, maupun kebakaran lahan. Pelatihan ini diharapkan menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Badung untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.


